Fungsionalitas Digital Signage Pada Restoran

Restoran dengan hiruk-pikuk nya terutama saat jam makan tentunya akan menjadi tepat untuk menerapkan Digital Signage. Ia dapat mengambil berbagai macam peran sebagai sebuah perangkat display di berbagai posisi, tergantung informasi apa yang akan di tampilkan dan dimana ia akan ditempatkan. Anda dapat memfungsikan nya sebagai media hiburan, dengan menampilkan konten yang bersifat hiburan. Anda juga dapat menempatkan berbagai informasi yang ingin anda sampaikan. Dengan 3 Format, yaitu gambar, teks, serta video. Tentu 3 Format diatas mencakup segala jenis penyampaian yang digunakan saat ini. Apa keuntungan yang anda dapatkan? Pertama tentunya anda tidak perlu repot dalam menyampaikan informasi, seperti menggunakan brosur, poster, atau bahkan penyampaian secara langsung, hal tersebut tentunya memakan waktu serta tidak efektif. Kedua, anda tidak perlu mengganti atau mencetak ulang brosur atau poster, karena anda menggunakan LCD sehingga cukup mengganti konten melalui software yang kami disediakan. Ketiga, anda dapat memfungsikan Digital Signage sesuai keinginan dan kebutuhan anda, sebagai media hiburan maupun media informasi.

Kebanyakan, pada restoran cepat saji skala menengah-keatas Digital Signage digunakan untuk menampilkan Menu pada Kasir, menggantikan cara konvensional nya yaitu menggunakan papan. Tentunya karena lebih mudah apabila menggunakan LCD bukan? sehingga tidak perlu repot mengganti atau menghapus papan ketika terjadi perubahan pada menu, serta anda dapat menampilkan video promosi pada Digital Signage anda, bersampingan dengan kolom menu. Yang tentunya tidak bisa dilakukan oleh papan tentunya. Serta anda Dapat melakukan hal yang tidak dapat dilakukan oleh cara konvensional, yakni menampilkan konten anda dengan resolusi tinggi. Hal tersebut dikarenakan Digital Signage menggunakan layar dengan resolusi HD atau High Definition dengan resolusi 1920 x 1080P, tentunya visibilitas pada konten anda akan menjadi lebih baik serta menjadi lebih menarik serta elegan dalam saat yang sama. Jika dibandingkan dengan TV biasa tentunya akan jelas berbeda, karena TV biasa tidak memiliki software untuk manajemen konten, serta umunya hanya dapat menampilkan format video tertentu saja.

Leave a Reply